Songsong Poros Maritim Dunia, Korps Marinir Peringati HUT ke-71 bersama Rakyat
Dankormar Mayjen TNI (Mar) RM Trusono, S.Mn. menyatakan, “Tema Hari Ulang Tahun ke-71 Korps Marinir tahun 2016 adalah Berjuang Bersama Rakyat Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia.
Peringatan HUT ke-71 Marinir di Surabaya bersama para nelayan
Peringatan HUT ke-71 Marinir di Surabaya bersama para nelayan
MNOL, Jakarta – Pada Selasa (15/11/2015), seluruh Prajurit Marinir TNI AL di mana pun berada merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71. Peringatan hari jadi Korps Baret Ungu kali ini dirayakan secara sederhana dan serentak oleh Satuan Marinir di seluruh Indonesia dengan melibatkan masyarakat. Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) RM Trusono, S.Mn. memimpin upacara di Marine Eco Park Brigif-3 Marinir Piabung Lampung. Danpasmar-1 Brigjen TNI (Mar) Lukman S memimpin upacara di Pantai Tambak Wedi Suromadu Surabaya Jawa Timur. Sementara, Danpasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Widodo Putro P memimpin upacara di Tanjung Pasir Banten. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Dispen Korps Marinir TNI AL, upacara ditandai dengan pembacaan amanat Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal). Dalam amanatnya, Kasal menyampaikan upacara kali ini dilaksanakan secara serentak di seluruh satuan Marinir suasana kesederhanaan dan melibatkan masyarakat sekitar. Hal ini bertujuan untuk mempererat kebersamaan Prajurit Korps Marinir dengan rakyat. “Korps Marinir adalah pasukan pendarat yang merupakan aset utama dalam misi proyeksi kekuatan dari laut ke darat. Selama 71 tahun pengabdiannya, Korps Marinir telah meraih berbagai keberhasilan penugasan dalam bentuk operasi dan latihan serta perbantuan kepada pemerintah daerah dan Polri.,” ujar Kasal sesuai yang dibacakan oleh Dankormar. Sambung Kasal, beberapa prestasi yang menonjol antara lain pencarian dan evakuasi korban kecelakaan penerbangan pesawat Air Asia, pemadaman kebakaran hutan, menginisiasi gerakan nasional “Save OurLlittoral Llife” dalam menyelamatkan ekosistem pesisir,dan keberhasilan melumpuhkan salah satu pemimpin kelompok teroris melalui Operasi Tinombala. Semua capaian tersebut adalah refleksi dari daya juang yang tinggi dan kerelaan berkorban dari setiap individu Prajurit Korps Marinir saat melaksanakan tugas. Tidak lupa Kasal menyatakan bahwa hal ini juga terjadi karena tidak lepas dari dukungan keluarga. “Pencapaian ini adalah hasil pembinaan berkelanjutan Korps Marinir membentuk prajurit dan menyiapkan alutnya menjadi kekuatan tempur yang tangguh,“ ungkapnya. Kasal menambahkan, harus dipahami bahwa keberhasilan Korps Marinir tidak bisa dilepaskan dari dukungan dan kerja sama dengan masyarakat. Oleh karena itu, kepercayaan dan kebersamaan tersebut harus terus dipertahankan karena hal ini merupakan yang tersulit sebagai amanat yang dipegang oleh TNI di mana pun berada. “Pada kesempatan ini, saya atas nama pemimpin TNI Angkatan Laut menyampaikan penghargaan yang tinggi atas prestasi dan pengabdian para Prajurit Marinir yang tidak hanya menjadi kebanggaan Korps atau TNI Angkatan Laut, tetapi juga bangsa dan negara. Saya juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah berpartisipasi dan mendukung Korps Marinir kita,” katanya sebagai bentuk apreasiasi. Kasal juga menekankan agar senantiasa menjaga soliditas antara TNI, POLRI, Pemerintah dan rakyat guna memperkokoh persatuan dan kesatuan bangsa serta tidak melibatkan diri pada politik praktis terutama pada masa pilkada serentak. Sementara, Dankormar Mayjen TNI (Mar) RM Trusono, S.Mn. menyatakan, “Tema Hari Ulang Tahun ke-71 Korps Marinir tahun 2016 adalah Berjuang Bersama Rakyat Mewujudkan Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia. Berbagai macam kegiatan yang langsung berhubungan bersama masyarakat kami gelar antara lain lomba vocal group, lomba kreasi tari , bhakti sosial kesehatan, penanaman terumbu karang dan manggrove, lomba Marathon 10 k di Lampung, Napak Tilas Perjuangan Corps Marinir (CA-IV) Tegal, Istigozah dan Ziarah ke Taman Makam Pahlawan, santunan kepada warakawuri dan anak yatim, lomba pajat tebing, Marines Off road Adventure di Pasuruan Jawa Timur dan Sarasehan Marinir. “Saya sangat berterima kasih kepada masyarakat yang telah bersama-sama merayakan hari jadi kami. Kami ingin menjadi Prajurit yang Profesional, Berkarakter dan Dicintai Rakyat, tegas Dankormar. Menyinggung masalah profesional, Dankormar menjelaskan Profesional artinya berfikir untuk meningkatkan kinerja, memberikan pengabdian terbaik. Pengawak Korps Marinir harus memiliki kapasitas yang mumpuni, mampu mengerahkan energi, kemampuan, dan berdaya juang tinggi untuk mencapai prestasi tertinggi. "Prajurit profesional harus mampu menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, melakukan kreatifitas dan inovasi sesuai bidangnya, serta harus selalu berfikir positif dengan menjunjung tinggi etika dan integritas, profesional juga menyangkut tingkah laku, keahlian dan tetap mengacu pada mental dalam bentuk komitmen untuk senantiasa mewujudkan dan meningkatkan kualitas profesionalismenya," terang lulusan AAL tahun 1985 ini. Sambung Dankormar, berkarakter yakni senantiasa menjadikan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI sebagai karakter dan jati diri. Prajurit Marinir pantang menyerah. Prajurit Marinir adalah prajurit lapangan. prajurit lapangan maknanya senantiasa proaktif dan terjun langsung di lapangan, peduli terhadap tugas, anggota keluarga serta lingkungan, peka dan segera tanggap dengan apa yang terjadi, mampu melihat, mendengar, merasakan dan menganalisa secara cepat perkembangan situasi sehingga mampu mengantisipasi dan mengambil langkah secara cepat dan tepat. “Hal itu menjadi contoh dan bertanggung jawab serta memiliki inisiatif, kreatifitas dan inovasi yang tinggi Sehingga selalu ada solusi dari segala keterbatasan dan kekurangan. Karakter khusus lain yang harus kita jaga dan pertahankan yaitu sebaagi prajurit pasukan pendarat,” pungkasnya. (Tan/MN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *