Kasarmabar Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., mewakili Pangarmabar Laksamana Muda TNI Siwi Sukma Adji memimpin upacara pelepasan Satuan Tugas Operasi Pengamanan VVIP WIEF ke-12 Tahun 2016 di dermaga JICT, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (29/7).MNOL - Jakarta, Kepala Staf Komando Armada RI Kawasan Barat (Kasarmabar) Laksamana Pertama TNI Yudo Margono, S.E., mewakili Panglima Komando Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda TNI Siwi Sukma Adji memberangkatkan Satuan Tugas Operasi Pengamanan VVIP World Islamic Economic Forum (WIEF) ke-12 Tahun 2016 dalam suatu upacara pelepasan yang dilaksanakan di dermaga Jakarta International Continer Terminal (JICT), Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (29/7). Satuan Tugas Operasi Pengamanan Laut ini di bawah pimpinan Laksamana Pertama TNI T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S., yang sehari-hari menjabat sebagai Komandan Gugus Tempur Laut Koarmabar (Danguspurlaarmabar).
Dalam amanat Pangarmabar Laksamana Muda TNI Siwi Sukma Adji, yang dibacakan Kasarmabar mengatakan, Operasi VVIP, merupakan bagian dari tugas TNI dalam melaksanakan operasi militer selain perang, seperti yang telah diamanatkan oleh Undang-Undang RI Nomo 34 Tahun 2014, Koarmabar selaku Komando Utama (Kotama) Operasi TNI, telah mendapatkan kepercayaan dan tugas mulia dari Pimpinan TNI, untuk turut ambil bagian dalam mengamankan event internasional ini. Oleh karena itu, Satgas Koarmabar, sesuai area operasi yang telah ditentukan, harus mampu menciptakan kondisi keamanan yang kondusif. Area operasi harus aman dari ancaman dan gangguan, khususnya dari sektor laut, yang dapat mengganggu kesuksesan forum internasional ini.
Selanjutnya Pangarmabar mengatakan, kewaspadaan terhadap ancaman yang sedang berkembang saat ini tidak bisa dianggap remeh. Aksi terorisme yang pernah terjadi di ibukota merupakan pelajaran berharga yang harus diantisipasi sejak dini. Disamping itu, kewaspadaan di laut harus benar-benar ditingkatkan, mengingat letak geografis ibukota negara yang berdekatan dengan Selat Sunda, yang merupakan pintu masuk ALKI-I menuju Laut Jawa. Ancaman bisa datang bukan saja dari daratan, namun juga bisa menggunakan jalur lautan, untuk itu pelepasan Satgas Operasi Pengamanan VVIP WIEF akan memiliki makna yang sangat strategis dalam mendukung acara kenegaraan berskala internasional ini.
Mengakhiri amanatnya Pangarmabar memberikan penekanan yang perlu dipedomani antara lain agar melaksanakan tugas mulia ini dengan penuh rasa tanggung jawab, jangan ragu-ragu dalam bertindak pada situasi apapun, dengan tetap berpedoman kepada prosedur dan aturan yang berlaku. Juga mewaspadai setiap potensi ancaman yang bisa mengganggu jalannya forum internasional ini, baik berupa ancaman militer maupun non militer, dan melaksanakan koordinasi dan kerjasama secara intensif, baik antar satuan sendiri, maupun dengan komando samping, serta instansi terkait lainnya dengan Kodal sesuai garis komando masing-masing.
Dalam mendukungĀ Pam VVIP WIEF yang akan digelar di Jakarta sejak tanggal 2 sampai dengan 4 Agustus mendatang menurut rencana akan dihadiri 2.500 delegasi dan 60 tokoh penting, yang berasal lebih dari 100 negara tersebut, Koarmabar menyiapkan 3 KRI, 2 Heli Bell, 3 tim Satkopaska, dengan total personel 600 orang.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Para Pejabat Utama Koarmabar dan Lantamal III Jakarta serta Para Komandan Satuan, Komandan Unsur yang tergabung dalam Satgas Operasi Pengamanan VVIP WIEF Ke-12.