Halal Hub PT MTI Gandeng INACHAM guna Kembangkan Pasar Halal di China
Foto bersama - Antara Direktur Keuangan dan Penunjang PT MTI Edy Purwanto bersama jajarannya dengan para perwakilan INACHAM
Foto bersama - Antara Direktur Keuangan dan Penunjang PT MTI Edy Purwanto bersama jajarannya dengan para perwakilan INACHAM
MNOL, Jakarta - Halal Hub PT Multi Terminal Indonesia (PT MTI) menggandeng Indonesia Chamber of Commerce in China (INACHAM) dalam rangka menjakaki peluang kerjasama logistik dengan PT MTI khususnya dalam penanganan produk halal yang akan diekspor ke China melalui fasilitas halal hub yang ada di Pelabuhan Tanjung Priok. Kunjungan kerja delegasi INACHAM itu diterima oleh Edy Purwanto selaku Direktur Keuangan dan Penunjang MTI beberapa waktu lalu di Jakarta. Delegasi yang dipimpin Iskandar Tanuwijaya mengikutsertakan Shanghai Origin Supply Chain Management Co., Ltd. yaitu sebuah perusahaan yang bergerak dalam industri logistic. Perusahaan yang memiliki spesifikasi menangani produk otomotif, perdagangan ekspor impor, dan distribusi consumer good tersebut mendapat penjelasan mengenai profil PT MTI serta kegiatan usaha yang dilakukan oleh PT MTI sebagai perusahaan yang saat ini berfokus pada jasa logistik. "Pasar produk halal sangat besar di China terutama untuk memenuhi kebutuhan komunitas muslim yang berada di beberapa daerah di China namun hingga saat ini untuk memenuhinya belum ada yang bisa masuk. Karena itu menurut kami dengan adanya fasilitas halal hub yang dimiliki PT MTI ini dapat dimanfaatkan untuk pengiriman cargo produk halal dari Indonesia ke China," jelas Iskandar. Salah satu misi kunjungan INACHAM ke IPC adalah untuk memperkenalkan Indonesia kepada para pelaku usaha China yang tertarik untuk berinvestasi di Indonesia melalui joint venture dengan perusahaan yang berada di Indonesia. Edy Purwanto menambahkan bahwa PT MTI juga sedang mencari partner usaha untuk pengembangan fasilitas dan penanganan produk halal yang telah disiapkan oleh PT MTI, dan berharap dengan adanya kunjungan INACHAM ini nantinya bisa diwujudkan sinergi sehingga pengiriman produk halal ke China bisa dilaksanakan tanpa menemukan hambatan. "Pertemuan perlu ditindaklanjuti lebih intens untuk melihat kesiapan kerjasama khususnya dalam penanganan komoditi halal. Ini segmen baru yang peminatnya sangat besar," pungkas Edy. (Bayu/MN)  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *