Daya Beli Naik, Arus Barang di Pelabuhan Tanjung Perak Meningkat
Terminal Nilam
Suasana Bongkar Muat Peti Kemas Terminal Nilam Pelabuhan Tanjung Perak
MNOL, Surabaya Proyeksi peningkatan perekonomian dunia di tahun ini, mulai terasa di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur. Hal ini terlihat dari peningkatan arus barang di pelabuhan yang dikelola oleh PT. Pelabuhan Indonesia III (Persero) tersebut. Peningkatan ini juga menjadi salah satu indikator bahwa daya beli masyarakat kembali meningkat usai perlambatan ekonomi pada tahun lalu. “Arus barang yang melalui Pelabuhan Tanjung Perak pada triwulan pertama 2016 tercatat 3.846.148 ton atau meningkat 16 persen dibandingkan triwulan pertama pada tahun  2015 yang sebesar 3.310.579 ton,” jelas Kahumas Pelindo III Tanjung Perak, Oscar Yogi Yustiano, Selasa (12/04/2016). Beberapa jenis arus barang yang mengalami peningkatan tersebut anatara lain berupa general cargo dan bag cargoGeneral cargo pada triwulan pertama2016 meningkat 30% dibanding tahun sebelumnya, yakni dari 902.658 ton menjadi 1.172.591 ton. Sedangkan untuk bag cargomeningkat 24% yakni tercatat 354.845 ton pada tahun 2016 triwulan pertama dibanding tahun sebelumnya yang hanya sebesar287.159 ton. “Arus peti kemas di terminal konvensional Pelabuhan Tanjung Perak selama triwulan pertama 2016 menunjukkan peningkatan13% apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yakni terealisasi 136.050 boks atau 148.160 TEUs. Sedangkan triwulan yang sama pada tahun sebelumnya tercatat 120.409 boks atau setara 130.698 TEUs. Realisasi peti kemas tersebut di luarterminal peti kemas yang dikelola anak usaha Pelindo III, yakni TPS dan BJTI,” terangnya. Apabila dirinci lebih lanjut, realisasi arus peti kemas di terminal konvensional Pelabuhan Tanjung Perak terdiri dari Terminal Nilam sebesar78.281 TEUs, Terminal Mirah sebesar 59.336 TEUs, dan Terminal Jamrud sebesar 10.543 TEUs. Di samping terjadi peningkatan arus barang, terjadi juga  peningkatan jumlah kapal dalam satuan unit pada triwulan pertama 2016 apabila dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya, , yaitu sebesar 5,8%. Pada triwulan pertama I tahun ini, jumlah kapal mencapai  3.357 unit, meningkat dari periode sama tahun pada sebelumnya, yaitu sebanyak 3.174 unit. Sedangkan dalam satuan gross tonnage (GT) pada triwulan I tahun ini jumlahnya mencapai 22.067.917 GT, meningkat sebesar 20% dari periode yang sama tahun di sebelumnya18.415.569 GT. Sementara itu, untuk arus penumpang di triwulan pertama tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 9% jika dibanding dengan tahun sebelumnya. Di triwulan pertama tahun 2015 tercatat 109.603 orang menjadi 99.706 orang di periode yang sama tahun 2016. Sebaliknya, untuk arus hewan mengalami kenaikan, yakni pada triwulan pertama tahun 2016 sebesar 5.066 ekor meningkat 200% dibanding periode yang sama tahun 2015 yang hanya tercatat 1.698 ekor. “Kenaikannya cukup signifikan hampir tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya,” pungkas Yogi. (APS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *