Sertifikasi Profesi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok telah Mencapai 400 Buruh
Pelabuhan Tanjung Priok
MNOL, Jakarta - Dalam rangka menuju profesionalisme, Koperasi Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan Tanjung Priok telah menghasilkan Sertifikasi Profesi bagi sekitar 400 buruh. Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok memprioritaskan 1.500 dari 2.400 buruh yang harus memiliki sertifikasi profesi. Menurut Sekretaris Koperasi TKBM Pelabuhan Tanjung Priok Suparmin, sertifikasi profesi Koperasi TKBM bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi – Bongkar Muat Indonesia (LSP – BMI) bertujuan meningkatkan kompetensi para buruh berusia muda agar mampu bersaing dengan berbagai TKBM asing pada era Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). "Seiring dengan program sertifikasi profesi buruh sebelum implementasi penataan oleh Pemerintah, kami ingin melakukan sosialisasi penataan terlebih dahulu khususnya terkait hak dan kewajiban buruh TKBM pelabuhan Tanjung Priok," jelas Suparmin kepada Maritimnews di ruang kerjanya, Kamis (2/3). Seperti diketahui, surat Menteri Perhubungan kepada Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman nomor KP 108/1/10 PNB 2016 perihal Penataan dan Pengelolaan Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) Pelabuhan, dalam rangka menciptakan pelayanan kegiatan bongkar muat yang efektif di pelabuhan. Kini TKBM Pelabuhan Tanjung Priok harus siap menghadapi perubahan sebagai dampak kemajuan teknologi seperti di Terminal Teluk Lamong Pelindo III, kegiatan bongkar muat dilakukan secara otomatis dikendalikan dari ruangan.(Bayu/MN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *